• Travel the world

    If we ask HIM, God will answer...just be patient

  • Having fun while do the travelling

    It doesnt matter how many places I've visit or how many pictures I've taken, as long as my boys here with me

  • Explore my country

    Bring along your roler blade, and have fun

  • Precious moment

    This boy show me how importand I am

Wednesday, May 17, 2017

Tauhid



بسم الله الرحمن الرحيم
Ketika pertama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam   mendapat wahyu dan menyebarkan agama islam di Mekah, beliau mengajarkan tauhid.

Belum ada perintah sholat

Tidak ada zakat

Hanya tauhid.

Apa itu Tauhid?
Secara bahasa, tauhid artinya mengesakan
Secara istilah tauhid adalah mengesakan Allah dalam beribadat.

Beribadah hanya kepada Allah.




Rukun kalimat tauhid (Laa illaha illallah)ada 2
1. Nafi (Pengingkaran) yaitu mengingkari tuhan selain Allah
2. Isbat (penetapan) yaitu menetapan Allah sebagai satu-satunya yang disembah.



#belajarislam
#silisilahbelajarislamabdulahroy
#dutamaslife

Monday, May 15, 2017

Ikrimah bin Abi Jahal



Ketika perang Yarmuk selesai dengan kemenangan di tangan Muslimin yang melawan Romawi, di suatu tempat di medan perang, Ikrimah tergelatak lemah dengan 70 tikaman di dadanya. Pemuda gagah itu terbaring tak jauh dari pamannya Al-Harits bin Hisyam dan sahabatnya Ayyasy bin Abi Rabi’ah yang juga luka parah.

Al-Harits memanggil meminta minum, namun ketika seseorang mendekatkan kendi air ke mulutnya, di lihatnya Ikrimah, “Berikan air ini pada Ikrimah”. Ketika kendi itu didekatkan pada Ikrimah yang sangat kehausan, Ikrimah melihat Ayyasy dan berkata “Berikan air pada Ayyasy”. Ketika air hampir di berikan pada Ayyasy, beliau telah syahid, pemberi air dengan cepat kembali pada Ikrimah dan Al-Harits, namun keduanya juga telah syahid di jalan Allah.

Siapa dia pemuda itu, Ikrimah? Yang dengan gagah berbaiat untuk berperang di jalan Allah, syahid sebagai syuhada?

Setiap muslimin tau siapa Abu Jahal, Amr bin Hisyam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  menjuluki nya “firaun umat ini”. 
Abu Jahal telah melihat kebenaran Islam, tetapi mata hatinya sengaja ia tutup dengan kesombongan. Tidak tenang jika tidak di usiknya umat Islam, menyiksa, mengolok-olok bahkan berniat membunuh nabi Allah, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dan Ikrimah adalah anak nya, ya Ikrimah bin Abi Jahal.

Sejak kecil Ikrimah telah di didik untuk membenci Islam, Ikrimah melihat bagaimana ayahnya bersikap pada kaum Muslimin. Bahkan ayahnya mengatur perang Badar dan Ikrimah ikut berperang bersamanya, melawan umat Islam.
Ikrimah menjadi saksi terbunuhnya Abu Jahal di perang Badar. 
Dan dengan semangat Ikrimah ikut serta di perang Uhud, membunuh para pemanah nabi yang mengakibatkan kekalahan di pihak Muslimin.  Ikrimah juga menjadi salah satu pemimpin ketika mengepung Muslimin di Madinah pada perang Khandaq. Kebencian Ikrimah semakin berkobar karena kekalahan kaum kafir di perang Khandaq.

Tapi akhirnya, pada saat penaklukkan Mekah, Ikrimah terpaksa melarikan diri karena dia termasuk musuh Islam yang di cari dan akan di bunuh.

Istrinya yang bernama Ummu Hakim, masuk Islam dan meminta keamanan untuk suaminya pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan manusia mulia ini bersabda padanya  “Dia aman”.
Ummu Hakim mencari suaminya, sementara Ikrimah telah berlayar menggunakan kapal. Pelayaran yang sangat buruk, dalam badai yang menyerang, Ikrimah terhenyak ketika tanpa sadar dia berdoa, hatinya terketuk.

Takdir Allah, kapal tersebut harus kembali ke pelabuhan, dan disanalah Ummu Hakim telah menunggunya, meminta Ikrimah untuk kembali ke Mekah dengan keamanan yang telah diberikan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ikrimah mendekati Ummu Hakim, tapi istrinya berkata “Wahai Ikrimah, sesungguhnya aku muslimmah sedangkan engkau musyrik. Allah mengharamkan ku atas mu”. Hati dan pikiran Ikrimah berperang selama perjalanan kembali ke Mekkah.

Di Mekah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda Sesungguhnya Ikrimah bin Abi Jahal akan datang kepadamu dalam keadaan beriman dan berhijrah, maka janganlah kamu mencela ayahnya, karena mencela orang yang sudah mati dapat menyakitkan orang yang masih hidup, walaupun celaan itu tidak sampai kepada orang yang sudah mati.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyambutnya, demikian lah manusia mulia itu, tidak menyimpan dendam di hatinya.
Dihadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Ikrimah berkata: “Wahai Rasulullah, aku memohon kepadamu untuk mengampuniku atas setiap permusuhanku terhadapmu, setiap jejak langkahku, setiap kesempatan aku bertemu denganmu, dan setiap perkataan yang aku ucapkan dihadapanmu atau tidak dihadapanmu.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa untuk Ikrimah  Ya Allah ampunilah setiap permusuhan yang dilakukannya terhadapku, setiap jejak langkahnya yang ia inginkan untuk memadamkan cahaya-Mu. Ampunilah perkataan yang diucapkan guna merendahkan martabatku, baik ketika dia berada di hadapanku maupun tidak dihadapanku.”
Ikrimah berkata: “Wahai Rasulullah, tidaklah aku mengeluarkan satu hartapun yang telah aku gunakan untuk memusuimu, kecuali aku juga akan menginfakkan harta yang sama di jalan Allah

Hati ini tersentuh membaca kisah Ikrimah bin Abi Jahal. Perjuangan nya menebus kesalahan, ucapan dan doa nya, serta mushab yang selalu dia bawa “Kitab Tuhanku! Kitab Tuhanku!” Tak henti-hentinya Ikrimah bersyukur pada Allah karena ia tidah terbunuh pada perang Badar.
Dan diakhir hidupnya, Allah mematikannya sebagai syuhada..
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari Ikrimah bin Abi Jahal.

Sunday, May 14, 2017

TERIMAKASIH


Sempat bingung ketika seorang mengatakan Jazakallah Khairan sebagai ungkapan terima kasih. Terpikir ‘ehm, gue harus jawab apa ya?’

Akhir-akhir ini ucapan ini semakin sering diucapkan, baik di pertemuan langsung maupun melalui media seperti whatsApp dan applikasi komunikasi lainnya. Walaupun sudah tau artinya, tapi kok ya seperti memaksakan kalau ikut-ikutan, toh sama aja artinya “terima kasih”.

Dari seorang sahabat, dalam sebuah group WA belajar Islam yang di pandu oleh salah seorang ustadz di masjidil Haram, aku baru sadar, ternyata itu bukan sekedar ucapan terima kasih. Ucapan itu adalah doa dan di ajarkan oleh nabi Muhammad Sallallahu Allaihi Wasalam.’

Dari Usamah bin Zaid r.a bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

من صُنِعَ إليه مَعْرُوفٌ فقال لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ
 “Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan “jazaakallahu khaeron (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam musnadnya:7/54. 

Jaza-kumullah ( جَزَاكُمُ اللهُ ) : Semoga Allah Membalas kalian

Sifatnya Tunggal ( Laki - Laki ) Memakai ' Ka '
Jaza-kallah ( جَزَاكَ اللهُ ) : Semoga Allah Membalas-mu


Sifatnya Tunggal ( Perempuan ) Memakai ' Ki 

'Jaza-killah ( جَزَاكَ اللهُ ) : Semoga Allah Membalas-mu


Khairan : Kebaikan


Jawaban jika ada yang mengucapkan doa ini adalah
“wa jazakumullahu khairan” yang mana arti nya (Dan semoga Allah juga membalasmu sekalian dengan kebaikan)

Indah kan saling mendoakan dengan menyebut nama Nya?
Dengan sering menggunakan kalimat-kalimat ini, semoga bukan hanya kita telah menjalankan salah satu contoh dari Rasullullah SAW, juga kita menyebarkan kebaikan.
Gak usah kuatir di bilang ke arab-araban, toh AlQuran turun dalam bahasa Arab.
Hilangkan prasangka jika ada teman-teman selain muslimin yang juga mengucapkannya, ini bagian dari konfigurasi komunikasi, seperti kata-kata Alhamdulillah, dan ucapan salam Assalamualaikum yang semua orang sudah fasih mengucapkannya. Tidak ada paksaan dalam beragama kan? Semoga menjadi pintu hidayyah bagi semua.






Friday, March 31, 2017

Lintasan Waktu

Bulan Desember sampai Juni adalah waktu pendaftaran untuk tahun ajaran baru. 
Bulan-bulan ini juga menjadi ajang penentuan, terutama untuk yang punya anak pra-SD. Apakah si anak akan di masukan ke SD, atau masih di TK.
Sayang nya banyak orang tua yang memaksakan agar si anak cepat-cepat masuk SD. Kalau perlu cari sekolah yang AKSEL, alias akselerasi. Biar nanti sekolahnya cepat selesai, 5 tahun sudah selesai sekolah dasar. SMP dan SMA juga AKSEL, umur 15 tahun sudah bisa kuliah.

Seriously?

Sebenarnya, kasian sekali anak-anak yang dipaksakan untuk bisa menulis dan membaca dan berhitung di umur dini. Mulai dari TK tiap hari sudah di drill sehari sekian jam untuk membaca, menulis dan berhitung TANPA menghiraukan kemauan di anak.

Untuk apa cepat selesai sekolah jika anak tidak menikmati prosesnya?

Setiap kita, punya lintasan waktu masing-masing.
Bukankah sering kita dapatkan teman-teman kantor yang jauh lebih muda tetapi mengerjakan pekerjaan yang sama dengan kita?
Bukankan sering kita dapati tetangga yang umurnya jauh diatas kita tapi anak-anaknya seumuran anak-anak kita?

Haruskah memaksakan berlari pada lintasan orang lain?
Kita, dan anak-anak kita punya lintasan kehidupan masing-masing.

Bukankan presiden Obama PENSIUN pada usia 55 tahun,sedangkan Donald Trump menjabat di usia 70 tahun?

Jika usia yang dijadikan pertimbangan untuk memasukkan anak ke sekolah, terutama sekolah dasar, pikirkan lagi.



Monday, September 21, 2015

Secret Ingredients

Seorang teman yang sedang bertamu memuji Kastengels ku.
“Bikin sendiri? Kejunya nendang banget”, pujinya
“Boleh minta resep nya gak?”

Aku memberinya resep hasil coba-coba dan ternyata banyak yang suka.

Kastengels yang enak menurut ku harus berasa keju, renyah, gk nempel tapi gk terlalu keprul juga ditaburin keju chedar  yang krenyes saat di gigit.

Begini.. untuk 100gram keju edam parut, dibutuhkan 75gr terigu dan 25gram maizena, sebutir kuning telur, 75gr margarin dan 75gr mentega kualitas premium . Campur semua, pulung, dan cetak, lalu oles kuning telur, tabur chedar dan panggang. Sesuaikan tepung jika terlalu lembek atau keras.

Ketika hendak pulang, si teman ini melihat tumpukan toples kue kastengels.

Oh..itu jualan ku. 

Teman ini berkata “Kamu jualan..tapi kenapa resep nya di bagi ke aku? Seharusnya itu jadi andalanmu, gk usah di bagi-bagi.

Dan aku teringat pada beliau. My beloved teacher, role model and centong nya yang suka melayang :)

Seorang ibu, pemilik catering, juga buka kursus kue dan masakan, dengan baik hati mau membagikan resep-resep andalannya  bahkan pada semua orang yang bertanya, tanpa perlu ikut kursus.

Ibu ini akhirnya menularkan kebiasaan baiknya pada banyak orang. Melalui web dan mailing list yang dia dan suaminya dirikan..kami di perkenalkan dengan teori ‘pasar ikan’.

“di pasar ..penjual ikan ngejual ikan yang sama, dengan harga yang mirip-mirip, tempatnya juga sebela-sebelahan..tapi rejeki  Alloh gak bakal ketuker. Lagi pula..dengan resep yang persis sama, hasilnya belum tentu sama..tergantung pengerjaan dan man behind the gun nya”

There is no secret ingredients ~ mba Fat




Monday, August 24, 2015

Suatu Sore Menjelang Maghrib

(base on true story..bukan begitu my dear?)

Hari sudah menjelang maghrib ketika terdengar suara mobil di parkir di depan rumah..
Suara melengking memberi salam terdengar..

Teteh : Assalamualaykuuuuummmm....

Mamih : Waalaiykum salam...

Teteh masuk dan menyalami tangan mamih nya yang terlihat lega. Mamih lega banget kalo sore hari anak-anak sudah pulang dari kegiatan mereka seharian.
Teteh yang sudah kelas 3 SMA (di SMA paling keren se Bandung) sudah diserahi tugas mengantar dan menjemput adiknya. Mamih bisa fokus ngurusin hal penting lainnya.

Tapi ada yang aneh

Mamih : Teteh, adek mana?

Teteh : Tampang nya bengong maksimal...

Kemudian....

Teteh : ASTAQFIRULLOH.......

Teteh lari keluar sambil menyambar tas dan kunci mobil.

Gantian mamih yang bengong nyaris kaku..

Ketika Mamih menceritakan kejadian (incident?) ini pada teman-teman baiknya..semua sudah berakhir happy ending.

Menurut adek...sepulang les dia nungguin sampai tempat les tutup.
Terpaksa deh nunggu di toko sebelah..mana tempatnya rada-rada gelap gimana gitu...hiiiiiii
Lewat maghrib teteh baru nyampe..selaen jaraknya lumayan jauh dari rumah, akhir2 ini Bandung macetnya Juara!











Wednesday, June 25, 2014

Bacharuddin Jusuf Habibie, Selamat Ulang Tahun Pak!


Suatu hari di masa kecil ku, mama memastikan aku ke sekolah dengan seragam rapih, rambut terkepang dan sepatu serta kaus kaki bersih. Seingatku, jarang-jarang mama demikian perhatian dengan penampilan anak sulung nya.

Hari itu hari istimewa.

Aku dan beberapa teman terpilih untuk bertamu ke vila milik pak BJ Habibie di puncak Sekupang Batam.

Bangga nya.

Sebagai anak kecil yang tinggal di pulau yang cukup jauh dari Jakarta, bertemu orang pintar yang namanya selalu di sebut sebagai putra kebanggaan bangsa, itu sesuatu banget.

Dari sekolah, kami berangkat dengan mobil mini van. Perjalanan lebih banyak di isi dengan diam. 
Aku deg-deg an.

Pak Habibie datang dengan helicopter dan langsung turun menyalami kami tamu-tamu kecilnya. Setelah itu, tanpa ragu beliau menepuk bahu, bahkan agak membungkuk agar matanya sejajar dengan mata kami ketika bercakap-cakap.

Tidak ada jarak.

Yang paling ku ingat dari beliau adalah suaranya. Intonasi di setiap perkataannya. Gerakan tangannya ketika bercerita.

Dengan semangat menggebu-gebu, beliau menceritakan banyak hal. Menjawab pertanyaan-pertanyaan, tertawa dan mengajak berkeliling vila ketika aku bertanya apa yang istimewa dari vila ini.
Ruangan yang paling ku ingat adalah kamar mandi! What can I say..I was just a little girl back then

Kenangan indah ini, adalah anugrah yang tiada tara untuk ku. Sosok beliau begitu hidup di ingatan ku sampai hari ini.

Selamat hari jadi pak, semoga bapak selalu membagi kebahagiaan.


Sayang  ya waktu itu tidak ada selfie